
kurikulum berubah? apakah penting?
Apa itu Kurikulum?
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Tujuan kurikulum yaitu sebagai alat pendidikan untuk menghasilkan siswa yang berintegrasi. Kurikulum juga membuat siswa mengerti sistem pendidikan yang diterapkan, sehingga siswa dapat memutuskan pendidikan yang ia inginkan di jenjang selanjutnya. Tujuan kurikulum juga untuk memeratakan pendidikan dalam negara. Membimbing serta mendidik siswa agar menjadi pribadi yang cerdas, berpengetahuan tinggi, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan siap masuk dalam kehidupan bermasyarakat
Fungsi kurikulum diartikan sebagai kegunaan atau manfaat kurikulum bagi pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas pendidikan.
Komponen kurikulum terdiri dari beberapa bagian. Dikutip dari buku Kepemimpinan dalam Pendidikan (1982) oleh Soemanto dan kawan-kawan, berikut empat komponen kurikulu, yaitu:
- Tujuan (obyective) Komponen pertama dalam kurikulum adalah tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan pendidikan yang tertulis dalam konstitusi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 yaitu: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
- Materi (knowledges) Materi kurikulum adalah bahan pengajaran yang terkandung dalam kurikulum. Penyusunan kurikulum sendiri tidak boleh asal melainkan harus memerhatikan jenjang pendidikan juga beberapa aspek. Seperti peningkatan agama, akhlak mulia, potensi, kecerdasan, minat peserta didik, tuntutan dunia kerja, dinamika perkembangan global, persatuan nasional, nilai-nilai kebangsaan, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
- Interaksi mengajar di sekolah (school learning experience) Interaksi belajar dan mengajar di sekolah antara siswa juga guru menunjang keberhasilan kurikulum. Sistem pengajaran, penyampaian materi, keberadaan praktikum, bimbingan, serta penyuluhan dibutuhkan untuk membentu siswa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
- Penilaian (evaluation) Komponen terakhir dari kurikulum adalah penilaian. Penilaian dibutuhkan sebagai gambaran ketercapaian tujuan juga keefektifan penerapan suatu kurikulum ke lingkungan pendidikan. Dengan adanya penilaian, kurikulum bisa dikembangkan untuk mendapat sistem pengajaran yang lebih baik.
Apa pentingnya perubahan Kurikulum?
Setiap perubahan kurikulum tentu telah didasari atas studi yang mendalam dari pihak-pihak terkait, hal ini untuk menentukan apakah kurikulum yang telah digunakan masih sesuai dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman yang dinamis. Terlebih lagi, tujuan pendidikan hakikatnya adalah menyiapkan siswa menjadi manusia yang siap menghadapi persoalan kehidupan dan perkembangan dimasa depan, maka perubahan kurikulum perlu dilakukan.
Jika tidak dilakukan perubahan kurikulum sesuai perkembangan zaman, maka sistem pendidikan akan tertinggal dan lulusan yang dihasilkan dari proses pendidikan tidak mempunyai bekal yang cukup untuk menghadapi persoalan dimasa depan. Padahal, semakin berkembangnya zaman, persoalan juga semakin kompleks. Sebagai contoh, dahulu informasi hanya bisa didapat melalui media cetak, televisi, dan radio sehingga sumber informasi dapat dilihat kredibilitas nya. Namun saat ini, informasi dapat dengan mudah diperoleh hanya dari genggaman tangan, bahkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat dengan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Sehingga perlu kemampuan untuk mengidentifikasi kebenaran suatu informasi.
Apa dampak perubahan kurikulum ?
Sebuah perubahan tentu mempunyai dampak yang mengiringinya. Sama halnya dengan perubahan kurikulum yang berdampak pada penerapan nya di satuan pendidikan. Guru dan siswa adalah pihak yang paling terdampak atas adanya perubahan kurikulum. Dampak yang terjadi bisa saja baik, ataupun buruk.
Dampak baiknya, guru dan siswa dapat melaksanakan pendidikan yang sesuai dengan arah perkembangan zaman. Pendidikan juga dapat dilakukan dengan lebih efektif dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing dimasa depan. Dampak buruknya, setiap perubahan kurikulum terkadang memerlukan penyesuaian baik dari guru, siswa, maupun sarana penunjang. Penyesuaian yang diperlukan terkadang membutuhkan waktu yang berbeda-beda pada setiap daerah, mengingat kondisi geografis Indonesia yang begitu luasnya. Sehingga menyebabkan ketimpangan mutu pendidikan pada setiap daerah semakin meningkat.
Demi meminimalisir dampak buruk perubahan kurikulum, dan memaksimalkan dampak baiknya, perlu ada kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan masyarakat, agar tujuan perubahan kurikulum dapat tercapai dengan optimal dan akhirnya dapat tercapai pula tujuan pendidikan nasional.
Mengapa kurikulum harus berubah ?
Kurikulum ya memang harus berubah. Mengapa ? tentu saja untuk menjawab tantangan zaman. Kurikulum harus selalu berubah agar sesuai dengan perkembangan zaman, apalagi saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah berkembang semakin maju. Metode dan konteks kurikulum sebelumnya tentu dianggap sudah tidak relevan lagi dengan kondisi dan karakteristik peserta didik saat ini.
Kurikulum harus selalu berubah agar sesuai dengan perkembangan zaman, Selain itu kurikulum juga harus mempertimbangkan kebutuhan belajar murid. Sebagai contoh, zaman saya sekolah komputer baru dipelajari pada masa SMA, itupun hanya sebatas menyalakan, memetikan dan mengetik saja. Coba lihat anak sekarang, mereka sudah lahir dengan teknologi di tangannya. Bayi saja sudah pandai memainkan layar gawai. Itulah mengapa kurikulum juga harus berubah, agar kita dapat menyiapkan generasi yang akan datang yang visioner dan mampu memandang ke depan.
Kurikulum berubah? Apakah bisa ?
Kurikulum operasional satuan pendidikan harus bersifat dinamis artinya dapat diubah sesuai perubahan dan perkembangan budaya dan zaman, selain mengikuti zaman yang sudah diadaptasi sesuai lingkungan geografis.
Kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan kebutuhan peserta didik untuk membangun kompetensi sesuai masa kini dan masa yang akan datang.
Bagaimana untuk mewujudkan perubahannya?
Seluruh komponen masyarakat yaitu peran orang tua, masyarakat dan sekolah harus menempatkan kebutuhan, pendapat, pengalaman, hasil belajar serta kepentingan peserta didik sebagai pengembangan Kurikulum karena Kurikulum dirancang untuk kebutuhan peserta didik.
Silahkan mengisi Umpan Balik tentang materi ini di https://forms.gle/zNAqM88bNHDu5bqJ7
Sumber :
https://www.smpn10tt.sch.id/read/34/aksi-nyata-menyebarkan-pemahaman-mengapa-kurikulum-perlu-berubah
